Sabda mulia Syaikh Muhammad Abdul Gaos Saepulloh Maslul QS, shohbah shubuh menjelang isyroq Senin 20 April pukul 05:50.
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
Innā naḥnu nazzalnaż-Dżikro wa innā lahū laḥāfidhūn
Sesungguhnya *Kamilah* yang menurunkan Al-Qur’an dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya (QS Al Hijr ayat :9 )
Kenapa Innaa nahnu (kami), bukan inni (aku), memang Alloh ada berapa kok pake Innaa ? Apa Yang di maksud *kamilah* dari ayat diatas? Maksudnya *kamilah* dari ayat diatas ialah Alloh dan wakil-wakil Alloh (rosul dan penerusnya) yang menurunkan Al Qur'an.
Satu satunya Manusia pertama yang mesti percaya bahwa nabi Muhammad adalah rosul ialah nabi Muhammad sendiri, orang lain mau ikut silahkan tidak juga silahkan.
Buktinya abu jahal saudara kanjeng nabi tidak mau di talqin, yang mencintai nabi saja ngurus nabi, abi Tholib tidak mau di talqin. Inilah bukti bahwa talqin itu mahal.
Persis seperti sekarang kiyai kiayi yang tidak mau di talqin.
Lalu Turunlah ayat Al Qur'an Al Qoshosh: 56
Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Alloh memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Alloh lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.
Dan turunlah QS Yasin: 20
Adapun kewajiban kami hanyalah menyampaikan (perintah Alloh) yang jelas.”
Sumber: Whatsapp Channel Kalam Mursyid
0 Komentar